https://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/issue/feedLAJUMEN: Lajagoe Journal Of Management And Business2026-10-03T13:35:19+00:00Suriadi, S.E., M.Mlajagoec@lajagoe.comOpen Journal Systems<p>LAJUMEN: Lajagoe Journal of Management and Business is expected in the future to be developed as a means of disseminating information and scientific development for lecturers, students, and the general public as well as experts and practitioners in the fields of management and business economics. Articles published in LAJUMEN: Journal of Management and Business are articles that have been reviewed by qualified peer-reviewers. LAJUMEN: Journal of Management and Business is published twice in one volume a year, namely the period April-June and November-December.</p>https://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/210Dampak Penerapan Sanksi Disiplin Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Yang Dimediasi Oleh Organizational Justice Di Lingkungan Pemerintah Kotamobagu2026-10-02T12:41:06+00:00Dirsyah Dwisetiary Makalalagdirsyahmakalalag3@gmail.comMusafir Musafirmusafir@gmail.comMarten Puyomartenpuyo@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis dampak penerapan sanksi disiplin dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh organizational justice di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis survei. Analisis data menggunakan Partial Least Squares (PLS), yaitu untuk mengukur outer model dan inner model, dan dibantu menggunakan software SmartPLS 3.0. Sampel dalam penelitian sebanyak 192 responden, yakni pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Penyebaran kuesioner menggunakan Google Form. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan sanksi disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 7,870, p < 0,000). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 1 diterima. Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 3,235, p < 0,001). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 2 diterima. Penerapan sanksi disiplin berpengaruh terhadap organizational justice (t = 2,604, p < 0,009). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 3 diterima. Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap organizational justice (t = 10,253, p < 0,000). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 4 diterima. Organizational justice berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 2,358, p < 0,019). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 5 diterima. Organizational justice memediasi pengaruh penerapan sanksi disiplin terhadap kinerja pegawai (t = 2,009, p < 0,045). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 6 diterima. Organizational justice memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai (t = 2,295, p < 0,022). Dengan demikian, pernyataan hipotesis 7 diterima. Temuan ini mengintegrasikan penerapan disiplin dengan budaya organisasi dan organizational justice. Aturan disiplin perlu diterapkan dalam lingkungan budaya yang menjunjung konsistensi, tanggung jawab, kerja sama, dan penghargaan terhadap pegawai. Pada saat yang sama, setiap tindakan pembinaan maupun sanksi perlu dilakukan secara objektif dan proporsional. Dengan pendekatan tersebut, disiplin tidak hanya menghasilkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembentukan budaya kerja yang mendukung kinerja pegawai.</p>2026-10-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dirsyah Dwisetiary Makalalag, Musafir Musafir, Marten Puyohttps://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/204Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Perumda Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo2026-09-23T08:34:45+00:00Irawan U. Toairawan.udin0405@gmail.comAbdul Gaffar La Tjokkeagaffar8888@gmail.comRahmisyari Rahmisyarirahmisyari01@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi sebagai variabel <em>intervening</em> pada Perumda Air Minum Muara Tirta Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>explanatory survey</em>. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 105 karyawan yang dipilih menggunakan teknik <em>Slovin</em> dari total populasi 142 karyawan. Teknik analisis data mengadopsi <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Square</em> (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan. Motivasi dan lingkungan kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap komitmen organisasi. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kinerja karyawan. Selain itu, komitmen organisasi terbukti secara signifikan memediasi (<em>intervening</em>) pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan komitmen organisasi sebagai jembatan utama untuk memaksimalkan dorongan motivasi dan kondisi lingkungan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai secara optimal.</p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irawan U. Toa, Abdul Gaffar La Tjokke, Rahmisyari Rahmisyarihttps://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/202The Influence of Communication Effectiveness and Teamwork on Employee Performance in Micro, Small, and Medium Enterprises in Palopo City2026-09-23T08:33:47+00:00Alpin Alpinalpinalpin0524@gmail.comSiti Rahmi Hakibrahmiiammii27@gmail.comAndi Achmad Adeputra12adesyahputra@gmail.comErwina Erwinaerwina@unanda.ac.idMunawir Munawirmunawir@unanda.ac.id<p><em>This study aims to analyze the influence of communication effectiveness and teamwork on employee performance within </em><em>Micro, Small, and Medium Enterprises </em><em>in Palopo City. The research examines the impact of two independent variables—communication effectiveness (X1) and teamwork (X2)—on the dependent variable, employee performance (Y). The analysis results indicate that communication effectiveness and teamwork, when considered simultaneously, have a significant influence on employee performance. These findings suggest that enhancing both the quality of communication and the ability to work collaboratively in teams can collectively improve employee performance in</em> <em>Micro, Small, and Medium Enterprises</em><em>. However, partial analysis yielded different results. The communication effectiveness variable (X1) showed a calculated t-value of -0.235, indicating that its influence on employee performance is not significant due to the value being both very low and negative. Conversely, the teamwork variable (X2) showed a calculated t-value of 8.698, demonstrating a positive and significant influence on employee performance. Thus, teamwork emerges as the more dominant factor in enhancing employee performance compared to communication effectiveness. Overall, this study concludes that employee performance success in Palopo City </em><em>Micro, Small, and Medium Enterprises</em> <em>is driven more by the ability of organizational members to work together effectively in teams, although communication still serves as a supporting factor in achieving organizational goals.</em></p>2026-10-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alpin Alpin, Siti Rahmi Hakib, Andi Achmad Adeputra, Erwina Erwina, Munawir Munawirhttps://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/211Analisis Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Layanan Mobile JKN Di RS. Multazam Gorontalo2026-10-03T13:35:19+00:00Muh. Akmarakmar@ubmg.ac.idAndi Eka Yunita Devi Tawilandieka1677@gmail.com<p>Transformasi digital pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menempatkan Mobile JKN sebagai salah satu kanal penting untuk mempermudah peserta memperoleh informasi, pendaftaran, dan antrean pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap layanan Mobile JKN di RS Multazam Gorontalo dan mengidentifikasi aspek layanan yang perlu dipertahankan atau diperbaiki. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-korelasional. Instrumen terdiri atas 12 item kualitas layanan dan 3 item outcome kepuasan menggunakan skala Likert 1–5. Dataset analitik berjumlah 100 observasi. Analisis meliputi statistik deskriptif, corrected item-total correlation, Cronbach’s Alpha, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Rerata kualitas layanan adalah 4,345/5 (86,90%) dan rerata outcome kepuasan 4,657/5 (93,13%), keduanya berada pada kategori sangat tinggi. Cronbach’s Alpha untuk 12 item kualitas layanan sebesar 0,892 dan untuk seluruh 15 item sebesar 0,906. Seluruh corrected item-total correlation berada di atas 0,1966 pada dataset analitik. Hubungan kualitas layanan dengan kepuasan menunjukkan korelasi positif kuat (r=0,691; p<0,001), dengan R²=0,477. Skor terendah terdapat pada performa aplikasi terkait kelambatan/loading (3,73), sedangkan skor tertinggi terdapat pada bantuan petugas RS ketika pengguna mengalami kesulitan menggunakan Mobile JKN (4,67). Temuan menunjukkan pentingnya kombinasi kualitas sistem digital dan dukungan petugas dalam pengalaman pengguna.</p>2026-10-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muh. Akmar, Andi Eka Yunita Devi Tawilhttps://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/206Knowledge-Oriented Hrm And Organizational Learning Capability: The Mediating Role Of Knowledge Sharing In Government Employee Performance2026-09-23T08:35:54+00:00Hendra Gunawanhendragunawan@nitromks.ac.id<p>Knowledge management in public organizations requires human resource practices that deliberately support knowledge acquisition, development, exchange, and use, together with a learning environment that converts work experience into collective capability. This study examines the effects of Knowledge-Oriented HRM and Organizational Learning Capability on government employee performance through Knowledge Sharing at the Food Crops, Horticulture and Livestock Service of West Sulawesi Province. The analytical model uses 92 employee responses, four reflective constructs, and 20 indicators measured on a five-point Likert scale. PLS-SEM evaluation covers convergent validity, discriminant validity, reliability, path coefficients, R², f², Q², and model-fit diagnostics. The pre-test shows indicator loadings ranging from 0.893 to 0.951, reliable constructs, and positive significant relationships for H1–H7. Knowledge Sharing accounts for 57.25% of explained variance, while Employee Performance accounts for 54.70%. The indirect effects of Knowledge-Oriented HRM and Organizational Learning Capability through Knowledge Sharing are also significant. These analytical findings position knowledge sharing as a pathway linking HR architecture and organizational learning capability with employee performance.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hendra Gunawanhttps://journal.lajagoe.com/index.php/lajumen/article/view/203Pengaruh Religiositas Di Tempat Kerja Terhadap Penurunan Intensi Turnover Karyawan: Tinjauan Literatur Sistematis 2026-09-18T12:18:14+00:00Josafat Gracia Gintingjosafat.gracia.ginting@unm.ac.idAhmad Rais Habibahmad.raishabib@unm.ac.idA. Nurfiana HazAndinurfianahaz@unm.ac.id<p>Fenomena intensi turnover telah menjadi salah satu tantangan utama dalam manajemen sumber daya manusia karena dapat memengaruhi stabilitas dan keberlanjutan organisasi. Faktor internal individu, seperti nilai-nilai religius dan spiritualitas di tempat kerja, memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan karyawan untuk bertahan atau meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran religiositas kerja dalam mengurangi intensi turnover karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan berpedoman pada kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Crossref menggunakan Publish or Perish 8, yang menghasilkan 37 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk periode 2015–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas kerja, yang dalam sebagian besar penelitian direpresentasikan melalui konsep workplace spirituality dan spirituality at work, cenderung memiliki hubungan negatif dengan intensi turnover. Hubungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel, seperti komitmen organisasi, komitmen afektif, keterikatan kerja, burnout, budaya organisasi, dan dukungan di tempat kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian mengenai religiositas kerja masih memerlukan eksplorasi konseptual lebih lanjut melalui penelitian di masa mendatang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme yang mendasari pengaruh religiositas kerja serta memperluas pemahaman mengenai kontribusinya dalam lingkungan kerja.</p>2026-10-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Josafat Gracia Ginting, Ahmad Rais Habib, A. Nurfiana Haz